jump to navigation

Artikel

Identitas           :

  1. Elvikri. 18 Juli, 2009. Wanita dan Kedelai. Surya, hlm 14.
  2. mojokertokota. 2009. Kedelai Makanan Berkhasiat Obat, (Online), (http://www.dprd.mojokertokota.go.id/index.php?title=Artikel+dan+Riset&filecontent=content/artikel_detail.php&p_id=ag2009050907143858, diakses 9 Desember 2009).

Tema : Kedelai

Judul                : Manfaat  Kedelai untuk Wanita

Kerangka         :

  1. Zat-zat yang ada dalam kedelai
  2. Manfaat zat-zat tersebut untuk kesehatan dan keindahan kulit wanita
  3. Cara pengolahan kedelai yang benar

Kedelai merupakan salah satu hasil pertanian yang memiliki banyak manfaat. Hal itu ternyata tidak kita sadari selama ini. Hasil pertanian yang dapat dikatakan makanan kalangan bawah ini ternyata memiliki zat-zat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Zat-zat bermanfaat yang terdapat dalam kedelai, yaitu saponin, lechitin, isoflavon, dan protein. Elvikri (2009:14) mengatakan bahwa kedelai sering disebut sebagai pemasok estrogen nabati karena zat-zat yang ada di dalamnya dapat mencegah penuaan dini.

Zat saponin adalah zat yang mudah larut dalam air dan minyak. Fungsi saponin adalah mencegah pembentukan lemak rusak, menahan penyerapan lemak, dan mempercepat pemecahan lemak. Tubuh yang mengandung banyak lemak rusak akan mengalami proses penuaan dini (mojokertokota, 2009).

Selain saponin, zat yang dimiliki kedelai adalah lechitin. Lechitin berfungsi melenturkan pembuluh darah, mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke, dan memecahkan kolesterol dalam pembuluh darah sehingga dapat dibuang dari tubuh (mojokertokota, 2009). Di dalam kedelai, terdapat zat yang paling dicari oleh kaum wanita. Zat itu adalah isoflavon, yang berfungsi memperlambat penuaan kulit pada wanita pramenopause (Elvikri, 2009:14).

Kaum wanita sangat rentan terserang anemia (kurang darah) akibat haid dan sangat mudah terperangkap obesitas (kegemukan). Hal ini umumnya disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Oleh sebab itu, baik wanita-wanita yang mengalami anemia maupun obesitas memiliki kebutuhan protein yang sama sebagai bahan baku untuk memproduksi sel-sel darah dan membentuk sel tubuh. ‘Dari semua jenis makanan yang berprotein tinggi (daging, telur, udang atau ikan), kedelai termasuk aman dan seimbang. Kedelai adalah salah satu bahan nabati yang memiliki protein seratus persen lebih tinggi dari daging dengan kandungan kolesterol yang justru lebih rendah, sehingga bermanfaat untuk mengatasi kolesterol’ (mojokertokota, 2009).

Makanan yang terbuat dari kedelai (tahu dan tempe) memiliki teknik engolahan tersendiri agar zat-zat yang dimiliki kedelai tidak berkurang atau hilang. Elvikri (2009:14) menyarankan untuk tidak mengolah tempe dan tahu dengan menggorengnya, tetapi dengan membakarnya.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: